Rabu, 06 Oktober 2021

,

Ternyata LCD Terbuat Dari Extra Kolesterol Wortel Serta Perbedaan dengan LED dan OLED

Kepanjangan LCD adalah Liquid Crystal Display. Arti dari kepanjangan LCD ini adalah sejenis layar panel datar yang menggunakan kristal cair dalam pengoperasian utamanya .Teknologi monitor LCD ini mungkin lebih sering kita jumpai pada televisi, bagi banyak orang, hal yang paling menarik tentang TV LCD bukanlah cara mereka membuat gambar, tetapi layarnya yang datar dan ringkas.


Selain televisi, panel LCD juga umum digunakan pada berbagai perangkat digital, seperti jam digital, kalkulator, dan monitor komputer. Secara teknis LCD adalah layar yang terdiri dari kristal cair yang diaktifkan oleh arus listrik. Pada panel LCD berwarna, seperti monitor atau televisi terdapat banyak titik cahaya atau piksel yang terdiri dari satu buah kristal cair sebagai sebuah titik cahaya.

Meskipun disebut sebagai titik cahaya, kristal cair ini tidak memancarkan cahaya sendiri. Sumber cahaya yang ada di dalam sebuah perangkat LCD adalah berupa lampu neon berwarna putih yang berada di bagian belakang susunan kristal cair. kristal cair pertama kali ditemukan pada kolesterol yang diekstrak dari wortel oleh ahli botani dan kimia asal Austria, Friedrich Reinitzer pada tahun 1888. Pada tahun 1962, seorang peneliti dari perusahaan elektronik Radio Corporate of America (RCA) bernama Richard Williams berhasil menemukan garis pola dalam lapisan tipis bahan kristal cair dengan penerapan tegangan listrik. 

Kemudian efek di dalam kristal cair tersebut dikenal sebagai Williams domains. Lalu menurut data dari Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) antara tahun 1964 hingga 1968, sebuah tim peneliti asal New Jersey, Amerika Serikat berhasil merancang metode untuk mengontrol elektronik dari cahaya yang dipantulkan dari kristal cair tersebut.

Penelitian yang dipimpin oleh engineer asal Amerika George Heilmeier tersebut menjadi cikal bakal LCD yang banyak dijual di pasaran saat ini. Namun, LCD besutan Heilmeier belum dapat bekerja dengan baik dan masih boros daya.
LCD Heilmeier selanjutnya digantikan dengan teknologi terbaru yaitu menggunakan efek medan nematik terbalik dari kristal cair yang ditemukan oleh James Fergason pada tahun 1969. Kala itu Fergason memegang beberapa paten dasar layar kristal cair yang diajukan pada awal tahun 1970, termasuk nomor paten 3.731.986 untuk `Display Devices Utilizing Liquid Crystal Light Modulation`.

Lalu pada tahun 1972, perusahaan milik Fergason yaitu International Liquid Crystal Perusahaan (ILIXCO) memproduksi layar LCD modern pertama yang layak untuk ditonton. Setelah LCD munculah panel Light-Emitting Diode (LED) yang dikembangkan oleh J. P. Mitchell pada tahun 1977. Namun perkembangan televisi LED masih lamban karena penerapan teknologi yang masih terbatas. Baru pada tahun 1995, layar LED terbesar di dunia dengan panjang 500 meter dan lebar 30 meter dipamerkan di ajang Fremont Street Experience di Las Vegas, Amerika Serikat.

Sebenarnya, LCD dan LED tidaklah jauh berbeda. Liquid crystal display atau LCD, menggunakan latar cahaya putih atau "white backlight" atau "sidelight". Iluminasi LCD adalah dengan menyinarkan cahaya putih tersebut dan sebagian panel bekerja untuk mengubah backlight menjadi individu piksel. Sementara LED adalah singkatan dari light-emitting diode. Jika memiliki televisi dengan spesifikasi panel LED, itu artinya yang digunakan adalah panel LCD yang menggunakan LED sebagai sumber pencahayaanya. 

LED lebih digunakan sebagai lampu latar untuk display LCD. Di sisi lain, LCD bekerja dengan sistem polarisasi. Polarisasi disini didefinisikan sebagai arah gelombang cahaya yang berisolasi atau getaran cahaya dari belakang ke depan dengan kecepatan konstan. Cahaya akan keluar dari backlight yang tidak terpolarisasi. Kemudian dialirkan ke satu polariser atau penyaring optik yang membuat semua cahaya terisolasi bersamaan. Sesuai namanya, ada bagian lain bernama kristal cair atau "liquid crystal".

Meski OLED memiiki nama yang mirip dengan LED, keduanya tidaklah sama. OLED adalah kepanjangan dari organic light emitting diode. Berbeda dengan LCD atau LED, OLED tidak memiliki polarisasi. Setiap cahaya piksel atau sub piksel warna merah, hijau, atau biru, akan menyala sendiri ketika voltase masuk ke molekul besar yang kompleks, yakni sebuah dioda pemancar cahaya organik. Warna yang dipancarkan dari panel OLED bergantung pada molekul, sedangkan cahaya bergantung pada voltase yang masuk. OLED dapat mencapai tingkat kecerahan HDR karena molekulnya mengeluarkan warna yang tepat tanpa harus disaring seperti LCD.

Menariknya, OLED bersifat fleksibel, yang artinya potensi menemukannya di ponsel lipat mendatang sangat terbuka. Sayangnya, refresh rate atau frekuensi tampilan layar per detik panel OLED tidak pernah mencapai angak 90 Hz. Refreash rate mirip dengan frame rate pada layar yang menampilkan jumlah gambar per detik. Itu berarti, panel OLED menampilkan kurang dari 90 kali gambar setiap detiknya. Padahal, semakin besar refreash rate, tampilan layar akan semakin smooth.

Itulah Penjelasan dari LCD, LED dan OLED Semoga Bermanfaat, ada lagi yang sedang dalam penelitian yaitu Micro OLED dan sudah diterapakan di beberapa TV seperti Samsung.
Lokasi: Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Indonesia

0 komentar:

Posting Komentar