Kamis, 07 Oktober 2021

,

Cara Share Koneksi Wi Fi Laptop Menjadi Hotspot

Cara Share Koneksi Wi Fi Laptop Menjadi Hotspot - Pada kesempatan ini saya akan membagikan tutorial cara membagikan koneksi wifi ke banyak device. Berbagi koneksi internet melalui wifi ini kita golongkan menjadi beberapa jenis yaitu sebagai berikut.
  • Koneksi internet dari modem laptop kita bagikan melalui wifi laptop
  • Koneksi internet dari LAN kita bagikan melalui wifi laptop
  • Koneksi dari wifi laptop kita bagikan lagi melalui wifi laptop
Dari 3 poin di atas yang akan kita bahas adalah poin ke-3 yaitu berbagi koneksi wifi yang didapat dan di bagikan lagi melalui wifi laptop.

Untuk lebih memahami baiklah kita perhatikan kasus berikut ini.

Sebuah laptop mendapatkan koneksi internet dari Wi-Fi ID, kemudian koneksi tersebut dibagikan lagi sehingga koneksi Internet tersebut bisa digunakan oleh banyak perangkat baik itu smartphone maupun laptop lain tanpa harus medaftar ke wifi Id nya.


Mengapa kita harus Share koneksi wifi ke perangkat lain?

Ketika koneksi yang kita dapatkan hanya terbatas untuk satu device saja, tentunya akan sangat merepotkan jika kita mempunyai banyak device yang juga memerlukan koneksi wifi.

Sebagai contoh misalkan pada sebuah kantor setiap karyawan hanya bisa mendaftarkan satu perangkat laptop untuk mendapatkan koneksi internet wifi. Jika mempunyai perangkat lainnya seperti smartphone tentunya tidak bisa mendapatkah koneksi dikareanakan harus didaftarkan terlebih dahulu. Jalan satu-satunya adalah dengan cara share koneksi wifi yang didapatkan. Selain itu juga bisa digunakan untuk memperluas jangkauan sinyal wifi. Sinyal wifi yang didapat oleh laptop kemudian sebarkan lagi sehingga jangkauannya pun bisa lebih luas.

Tentunya selain contoh di atas masih banyak lagi keuntungan dari share atau berbagi koneksi wifi yang bisa kita perolah. Selanjutnya kita akan membahas bagaimana cara berbagi koneksi internet wifi pada laptop.

Langkah-langkah Share koneksi Wifi pada laptop atau komputer

Membuat Virtual Hotspot

Untuk membuat virtual hotspot pada laptop kita hanya perlu menggunakan Command Prompt dengan akses administrator. Silahkan simak caranya berikut ini.
  • Langkah pertama buka Comand Prompt (run as Administrator)
Klik tombol start (pojok kiri bawah) kemudian cari folder Accessories => klik kanan Command Prompt => Run as Administrator



Selain itu untuk lebih mudah bisa dengan cara klik tombol Start => ketik CMD =.> Klik kanan Command Prompt => run as Administrator


  • Hidupkan wifi laptop dan koneksikan ke jaringan wifi yang akan kita share (misalnya Wifi ID)
  • Kita kembali ke Command Prompt yang sudah kita buka tadi kemudian ketikan kode berikut ini. Kode tersebut sebagai perintah untuk membuat virtual hotspot
netsh wlan set hostednetwork mode=allow ssid=gratisan key=1234lima

Ket:
ssid : nama hospot virtual yang akan kita buat
key : pasword yang akan digunakan untuk masuk ke jaringan virtual hotspot yang kita buat

Pada contoh di tutorial ini untuk ssid diberi nama gratisan, dan key atau passwordnya 1234lima

*Untuk nama ssid tidak boleh ada spasi

Kemudian tekan tombol Enter, tunggu sampai selesai seperti pada gambar di bawah ini



  • Selanjutnya ketikan lagi kode di bawah ini pada command prompt untuk mengaktifkan virtual hotspot yang sudah kita buat.
netsh wlan start hostednetwork

Kemudian tekan tombol Enter dan pastikan muncul tulisan The hosted network started. Perhatikan gambar di bawah ini.


  • Sampai tahap ini Anda sudah berhasil membuat virtual hotspot. Selanjutnya kita akan hubungkan koneksi wifi yang sudah terkoneksi ke laptop supaya bisa diteruskan ke virtual hotspot dan kita bagikan ke device lain.
Bagaimana cara menghubungkan Virtual hotspot dengan Koneksi Wi-fi laptop?

Setelah kita membuat virtual hotspot, belum bisa digunakan untuk share dikarenakan belum dikoneksikan dengan jaringan Wifi yang didapat dari akses point (misal wifi ID). Berikut ini adalah cara setingnya.

1. Buka setingan Netwok and sharing center

Untuk membuka setingan ini tinggal kita sesuaikan dengan versi windows yang kita gunakan. Jika Anda sedikit awan dengan setingan ini silahkan ikuti petunjuk yang akan disampaikan berikut ini.

Lihat dipojok kanan bawah ada icon wifi yang sudah terhubung. silahkan klik kanan dan pilih Open Network and Sharing Center


Pada halaman seting berikutnya pilih Change adapter seting.


Setelah Anda masuk halaman seting Network Connection, Pada halaman ini akan muncul vitual hospot yang sudah kita buat tadi. Perhatikan gambar di bawah ini.


Selanjutnya kita konekan wifi laptop kita ke virtual hospot yang sudah kita buat tadi. Caranya perhatikan gambar di bawah ini



Carilah koneksi yang sudah terkoneksi ke wifi sumber (akses point) misal wifi ID kemudian klik kanan pilih properties . Pada tab Sharing silahkan centang Allow other network want to conect ......... kemudian pada pilihan Select a private network conection pilihlan virtual hostpot yang sudah kita buat. Pada contoh tutorial ini virtual yang sudah dibuat adalah Wireless Network Connection 4. Terakhir silahkan tekan tombol OK.


Itulah cara share koneksi wifi pada laptop bersistem operasi windows, Sangat mudah bukan? Semoga tutorial ini bisa bermanfaat untuk Anda.
Continue reading Cara Share Koneksi Wi Fi Laptop Menjadi Hotspot

Rabu, 06 Oktober 2021

,

Cara Mengatasi Windows Explorer Not Responding di Windows 10

Saat menyalakan komputer, muncul sebuah pesan yang mengatakan : Explorer.exe error. Meski tidak mempengaruhi performa, hal ini cukup mengganggu. Tiap kali anda merestart komputer, anda harus menemui notifikasi ini dan menutupnya.
                        

Sekali lagi, sebenarnya tidak ada suatu permasalahan yang serius. Faktanya windows masih tetap bisa bekerja normal. Ternyata permasalahan ini berasal dari pengaturan registry yang sedikit bermasalah. Cara mengatasinya, sebagai berikut :
  • Tekan tombol Windows + R
  • Ketik regedit dan tekan enter. Maka kamu anda akan masuk ke registri editor
  • Pergilah menuju direktori di bawah ini

HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\WindowsNT\CurrentVersion\Windows

            

  • Pilih tulisan Load Kemudian hapus dengan tekan delete.

Close registry editor, dan restart komputermu.
Continue reading Cara Mengatasi Windows Explorer Not Responding di Windows 10
,

Ternyata LCD Terbuat Dari Extra Kolesterol Wortel Serta Perbedaan dengan LED dan OLED

Kepanjangan LCD adalah Liquid Crystal Display. Arti dari kepanjangan LCD ini adalah sejenis layar panel datar yang menggunakan kristal cair dalam pengoperasian utamanya .Teknologi monitor LCD ini mungkin lebih sering kita jumpai pada televisi, bagi banyak orang, hal yang paling menarik tentang TV LCD bukanlah cara mereka membuat gambar, tetapi layarnya yang datar dan ringkas.


Selain televisi, panel LCD juga umum digunakan pada berbagai perangkat digital, seperti jam digital, kalkulator, dan monitor komputer. Secara teknis LCD adalah layar yang terdiri dari kristal cair yang diaktifkan oleh arus listrik. Pada panel LCD berwarna, seperti monitor atau televisi terdapat banyak titik cahaya atau piksel yang terdiri dari satu buah kristal cair sebagai sebuah titik cahaya.

Meskipun disebut sebagai titik cahaya, kristal cair ini tidak memancarkan cahaya sendiri. Sumber cahaya yang ada di dalam sebuah perangkat LCD adalah berupa lampu neon berwarna putih yang berada di bagian belakang susunan kristal cair. kristal cair pertama kali ditemukan pada kolesterol yang diekstrak dari wortel oleh ahli botani dan kimia asal Austria, Friedrich Reinitzer pada tahun 1888. Pada tahun 1962, seorang peneliti dari perusahaan elektronik Radio Corporate of America (RCA) bernama Richard Williams berhasil menemukan garis pola dalam lapisan tipis bahan kristal cair dengan penerapan tegangan listrik. 

Kemudian efek di dalam kristal cair tersebut dikenal sebagai Williams domains. Lalu menurut data dari Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) antara tahun 1964 hingga 1968, sebuah tim peneliti asal New Jersey, Amerika Serikat berhasil merancang metode untuk mengontrol elektronik dari cahaya yang dipantulkan dari kristal cair tersebut.

Penelitian yang dipimpin oleh engineer asal Amerika George Heilmeier tersebut menjadi cikal bakal LCD yang banyak dijual di pasaran saat ini. Namun, LCD besutan Heilmeier belum dapat bekerja dengan baik dan masih boros daya.
LCD Heilmeier selanjutnya digantikan dengan teknologi terbaru yaitu menggunakan efek medan nematik terbalik dari kristal cair yang ditemukan oleh James Fergason pada tahun 1969. Kala itu Fergason memegang beberapa paten dasar layar kristal cair yang diajukan pada awal tahun 1970, termasuk nomor paten 3.731.986 untuk `Display Devices Utilizing Liquid Crystal Light Modulation`.

Lalu pada tahun 1972, perusahaan milik Fergason yaitu International Liquid Crystal Perusahaan (ILIXCO) memproduksi layar LCD modern pertama yang layak untuk ditonton. Setelah LCD munculah panel Light-Emitting Diode (LED) yang dikembangkan oleh J. P. Mitchell pada tahun 1977. Namun perkembangan televisi LED masih lamban karena penerapan teknologi yang masih terbatas. Baru pada tahun 1995, layar LED terbesar di dunia dengan panjang 500 meter dan lebar 30 meter dipamerkan di ajang Fremont Street Experience di Las Vegas, Amerika Serikat.

Sebenarnya, LCD dan LED tidaklah jauh berbeda. Liquid crystal display atau LCD, menggunakan latar cahaya putih atau "white backlight" atau "sidelight". Iluminasi LCD adalah dengan menyinarkan cahaya putih tersebut dan sebagian panel bekerja untuk mengubah backlight menjadi individu piksel. Sementara LED adalah singkatan dari light-emitting diode. Jika memiliki televisi dengan spesifikasi panel LED, itu artinya yang digunakan adalah panel LCD yang menggunakan LED sebagai sumber pencahayaanya. 

LED lebih digunakan sebagai lampu latar untuk display LCD. Di sisi lain, LCD bekerja dengan sistem polarisasi. Polarisasi disini didefinisikan sebagai arah gelombang cahaya yang berisolasi atau getaran cahaya dari belakang ke depan dengan kecepatan konstan. Cahaya akan keluar dari backlight yang tidak terpolarisasi. Kemudian dialirkan ke satu polariser atau penyaring optik yang membuat semua cahaya terisolasi bersamaan. Sesuai namanya, ada bagian lain bernama kristal cair atau "liquid crystal".

Meski OLED memiiki nama yang mirip dengan LED, keduanya tidaklah sama. OLED adalah kepanjangan dari organic light emitting diode. Berbeda dengan LCD atau LED, OLED tidak memiliki polarisasi. Setiap cahaya piksel atau sub piksel warna merah, hijau, atau biru, akan menyala sendiri ketika voltase masuk ke molekul besar yang kompleks, yakni sebuah dioda pemancar cahaya organik. Warna yang dipancarkan dari panel OLED bergantung pada molekul, sedangkan cahaya bergantung pada voltase yang masuk. OLED dapat mencapai tingkat kecerahan HDR karena molekulnya mengeluarkan warna yang tepat tanpa harus disaring seperti LCD.

Menariknya, OLED bersifat fleksibel, yang artinya potensi menemukannya di ponsel lipat mendatang sangat terbuka. Sayangnya, refresh rate atau frekuensi tampilan layar per detik panel OLED tidak pernah mencapai angak 90 Hz. Refreash rate mirip dengan frame rate pada layar yang menampilkan jumlah gambar per detik. Itu berarti, panel OLED menampilkan kurang dari 90 kali gambar setiap detiknya. Padahal, semakin besar refreash rate, tampilan layar akan semakin smooth.

Itulah Penjelasan dari LCD, LED dan OLED Semoga Bermanfaat, ada lagi yang sedang dalam penelitian yaitu Micro OLED dan sudah diterapakan di beberapa TV seperti Samsung.
Continue reading Ternyata LCD Terbuat Dari Extra Kolesterol Wortel Serta Perbedaan dengan LED dan OLED

Sabtu, 02 Oktober 2021

,

Tahukah Kamu Komponen Smartphone Itu Terdiri dari Apa Aja?


 

1. Layar



Sebuah smartphone tidak dapat dikatakan smartphone apabila tidak memiliki layar. Nah, untuk itu layar menjadi komponen utama dari berhasilnya sebuah smartphone. Menariknya, smartphone sendiri memiliki beragam jenis layar yang dipakai oleh banyak vendor.

Namun, dari banyaknya layar yang ada, layar ponsel terbagi menjadi dua kategori, yakni LCD yang memakai teknologi IPS dan LED yang menggunakan teknologi AMOLED atau Super AMOLED.


2. Baterai


Komponen smartphone berikutnya ialah baterai. Baterai pada sebuah smartphone saat ini menjadi sebuah penilaian penting bagi para konsumen. Sebab, ponsel kini dinilai dari seberapa besar kapasitas yang dihadirkan di dalamnya. Bahkan, teknologi apa yang diusung di dalamnnya juga menjadi fokus perhatian.

Sekarang, teknologi baterai yang dibawa oleh sebuah smartphone itu menggunakan Lithium-Ion, baik itu baterai removable atau non-removable sekalipun. Sistem teknologi ini masih menjadi teknologi paling mutakhir saat ini.


3. System-on-Chip atau SoC


Kita sering mendengar istilah System-on-Chip atau biasa disebut SoC. Tapi, untuk mengerti seperti apa struktur pengoperasiannya tidaklah mudah. Namun, pada SoC kamu dapat menemukan CPU, GPU, modem LTE, prosesor layar, prosesor video, dan lain sebagainya.

Saat ini, SoC diproduksi oleh beberapa perusahaan, antara lain Qualcomm, MediaTek, Samsung, Huawei, dan Apple. Semua perusahaan tersebut menggunakan arsitektur yang sama, yaitu ARM. Dengan arsitektur seperti ini, SoC menjadi bertenaga dan efisien saat digunakan pada smartphone.


4. Memori dan Penyimpanan


Tidak ada smartphone yang bisa berjalan dan hidup tanpa diberikan sebuah RAM dan penyimpanan di dalamnya. RAM sendiri kini sudah banyak yang menggunakan dengan teknologi LPDDR3 dan LPDDR4. Bahkan, smartphone flagship kelas atas sudah menggunakan LPDDR4X.

Untuk masalah penyimpanan, smartphone pasti menyediakan memori internal yang saat ini kebanyakan terdiri dari 16GB hingga 256GB. Biasanya, jika kamu memiliki penyimpanan 16GB, maka itu biasanay cuma dapat digunakan sekitar 12-13GB saja. Sebab, itu digunakan untuk sistem operasi dan aplikasi pra-install.


5. Modem


Seiring berjalannya waktu, smartphone dituntut untuk berinovasi lebih baik lagi. Makanya, banyak vendor smartphone itu memberikan penawaran dengan modem terbaik yang bisa mereka sajikan. Modem ini digunakan untuk menangkap sinyal agar smartphone dapat terkoneksi dengan baik.

Nah, karena sekarang eranya 4G LTE, maka beragam vendor smartphone tidak tanggung-tanggung untuk menyiapkan SoC dengan kategori modem terbaik. Cat.6 di Indonesia itu sudah cukup baik, tapi saat ini perkembangan modem itu sudah sampai Cat.16, yang mana digunakan di Snapdragon 835.


6. Kamera


Siapa yang masih mau membeli smartphone yang kameranya jelek? Nyaris tidak ada pastinya ya. Nah, komponen smartphone yang sangat penting selanjutnya ialah kamera. Jeroan ini terdiri dari sensor yang mendeteksi cahaya, lensa, dan prosesor gambar. Kemudian, ukuran sensor kamera juga penting lho.

Tapi, apakah megapiksel itu penting dalam sebuah sensor kamera di smartphone? Kamu bisa membacanya di Megapixel pada Kamera, Penting atau Tidak?. Di sisi lain, teknologi yang lagi menggila saat ini adalah sensor dual kamera.


7. Sensor


Dalam sebuah smartphone, ada lima sensor utama yang sebenarnya wajib dipasang. Sensor tersebut antara lain Accelerometer, Gyroscope, Digital COmpass, Ambient Light Sensor, dan Proximity Sensor. Sensor-sensor ini merupakan salah satu yang menciptakan pengalaman buat kamu.

Dengan begitu, apa yang kamu rasakan di smartphone kamu yang canggih itu merupakan karya dari beragam sensor yang ditanamkan. Bahkan, berkat sensor juga yang menjadi penentu apakah smartphone itu mahal atau tidak.


Sekarang, kamu sudah jauh lebih paham mengenai komponen smartphone. Jangan sampai salah lagi ya dalam mengartikannya.

Continue reading Tahukah Kamu Komponen Smartphone Itu Terdiri dari Apa Aja?

Sabtu, 05 Oktober 2019

,

Istilah dalam Flashing Handphone Android Maupun yang Sebelumnya




Istilah pada perbaikan sofware atau Flashing Hanphone, Buat Yang Belum Ngerti moga berguna. sbb:

  1. Firmware : Software / perangkat lunak yang dibuat oleh vendor (perusahaan pembuat ponsel) untuk mengoperasikan fitur-fitur ponsel, yang terdiri dari beberapa bagian yang lebih kecil.
  2. Flashing : Proses memasukkan firmware ke ponsel.
  3. Patching : Proses memodifikasi sebagian dari firmware dengan mengganti byte-byte data yang sudah ada dengan nilai yang baru, dengan tujuan memanipulasi sistem ponsel untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Misal: fitur baru, menon-aktifkan suatu fitur yang dianggap mengganggu, dan lain sebagainya.
  4. FS (File System) : Bagian dari firmware yang berfungsi untuk menyimpan file-file settingan / konfigurasi agar ponsel dapat digunakan sebagaimana mestinya, yang sekaligus berfungsi sebagai tempat internal memory / phone memory ponsel.
  5. MAIN / FLASH : Bagian utama firmware yang berfungsi sebagai Operating System (OS) ponsel yang mengoperasikan fungsi-fungsi ponsel itu sendiri.
  6. Backup : Membuat salinan / copy-an dari data-data / file-file penting, sebelum melakukan modifikasi terhadap ponsel, agar jika hasilnya tidak sesuai keinginan / tidak memuaskan, maka file-file yang sudah dibackup tadi dapat dikembalikan / di-restore lagi ke ponsel.
  7. Restore : Mengembalikan file-file / data-data yang sudah di-backup dengan tujuan mengembalikan keadaan seperti sebelumnya.
  8. Upload : Mengcopy file dari komputer ke FS (File System) ponsel.
  9. Download : Mengcopy file dari FS (File System) ponsel ke komputer untuk dimodifikasi atau di-backup.
  10. Finalize / Finalizing : Tahap terakhir dalam proses full flashing, yaitu proses mengcopy file-file konfigurasi / settingan ponsel yang paling utama, beserta file-file sertifikat Java ke FS (File System) ponsel, agar ponsel dapat digunakan kembali setelah mengalami full flashing.
  11. Full flashing : Proses flashing yang dilakukan pada bagian MAIN dan FS ponsel.
  12. Partial flashing : Proses flashing yang dilakukan hanya pada bagian MAIN saja, atau hanya pada bagian FS saja.
  13. Cross flash : Flashing suatu tipe ponsel dengan menggunakan firmware tipe ponsel lain yang memiliki spesifikasi sama dengan ponsel tersebut. Misal : Cross flash K750i dengan firmware W800i.
  14. Update firmware : Proses meng-update firmware ponsel dengan firmware yang versinya lebih baru / aktual, dengan tujuan menghilangkan bugs-bugs pada versi firmware sebelumnya.
  15. Bugs : Masalah-masalah yang tidak seharusnya terjadi, yang dikarenakan oleh kesalahan firmware ponsel. Sehingga semua ponsel dengan tipe yang sama yang menggunakan versi firmware yang sama, akan mengalami masalah yang sama. Misal: baterai yang tidak dapat di-charge sampai 100% penuh.
  16. Customize / Customizing : Modding yang dilakukan pada FS (File System) ponsel dengan tujuan mengkostumisasi tampilan ponsel. Biasanya dilakukan untuk mengganti tampilan icon-icon menu ponsel yang standar dengan tampilan baru yang lebih menarik.
  17. db20xx : Jenis chipset yang digunakan pada ponsel.
  18. db2000 (disebut juga marita full) : Z1010, V800, Z800, W900
  19. db2010 (disebut juga marita compact) : J300, K300, K310, K500, K510, K600, K608, K700, S700, K750, W550, W800, W810
  20. db2020 : K800, K610, V630, K790, W850
  21. db2012 : K320
  22. db2000 + PDA Part : M600, M608, W950, W958, P990
  23. CID : Nomor CID menentukan jenis proteksi ponsel yang digunakan oleh Sony Ericsson. CID baru terus dikembangkan dari waktu ke waktu, dengan tujuan untuk mencegah ponsel-ponsel SE di-unlock, di-flash, atau di-utak-atik dengan program-program selain program service resmi SE. CID yang ada sekarang ini adalah : 16, 29, 36, 49, 51, 52.
  24. COLOR BLUE / BROWN / RED : Warna-warna ini menentukan jenis ponsel.
  25. BLUE : ponsel diproduksi di pabrik dan tidak pernah diprogram dengan software / GDFS / IMEI
  26. BROWN : ponsel yang digunakan untuk tujuan pengembangan / testing. Bisa dianggap sebagai prototype / beta.
  27. RED : ponsel yang beredar bebas di pasaran.
  28. OTP : One Time Programming Memory, yaitu suatu bagian di memory yang dapat diprogram secara permanen (sekali diprogram tidak dapat diubah / dimodifikasi lagi).
  29. GDFS : Global Data File System, yaitu non volatile area yang menyimpan parameter-parameter, settingan-settingan dan kalibrasi data (termasuk simlock)
  30. CDA : Nomor CDA menentukan varian firmware mana yang harus seharusnya digunakan untuk ponsel tersebut. Nomor CDA ini yang menentukan language pack, branding, bandlock yang mana yang akan diflashkan ke dalam ponsel oleh SEUS (Sony Ericsson Update Service). Contoh: sebuah K750i Generic di Scandinavia menggunakan CDA102337/12, sedangkan K750i yang branded (hanya bisa menggunakan provider Telenor) menggunakan CDA102338/62. Keduanya akan diflash dengan paket bahasa yang sama, akan tetapi yang terakhir hanya bisa menggunakan sim card dari provider Telenor saja (branded).
  31. SEUS : Sony Ericsson Update Service. Program resmi buatan Sony Ericsson untuk para pengguna HP Sony Ericsson yang ingin mengupdate firmware nya sendiri via internet tanpa harus membawa ke SESC.


Continue reading Istilah dalam Flashing Handphone Android Maupun yang Sebelumnya

Selasa, 01 Oktober 2019

,

Istilah yang sering digunakan Dalam Sistem Operasi Android

AOSP (Android Open Source Project) – Ini adalah nama kode yang diberikan google untuk rilis Android yang berbeda. Keterangan dengan contoh berikut mungkin akan lebih jelas. Misal, google merilis HP Android NEXUS dan menggunakan ROM asli yang dikembangkan oleh google sendiri. Kemudian Samsung, HTC, LG menggunakan kode AOSP Android tadi dan melakukan modifikasi sesuai keperluan mereka. Modifikasi bisa dilakukan di interface dan tampilan contohnya Samsung Touchwiz, HTC Sense, Motorola motoblurr dan lain-lain. CyanogenMod adalah contoh custom ROM berdasarakan kode AOSP google.

CWM Recovery – (ClockWork Mod) Aplikasi ini asalnya dibuat oleh Koush, untuk mengatur ROM di hp Android. Banyak kegunaan CWW ini salah satunya untuk membackup dan restore aplikasi, menghapus (wipe) data di sistem dan di cache (Dalvik). Biasanya diperlukan untuk menginstall (flashing) ROM baru, menjalankan atau mematikan Lagfix dari kernel Voodoo dsb.

Dalvik – Nama khusus di Android untuk program Java virtual Machine (VM) yang menjalankan perintah kode aplikasi android. Setiap aplikasi berjalan di Dalvik VM dan tidak berpengaruh secara langsung ke sistem operasi Android. Jika misal satu aplikasi ‘rusak’, maka hanya VM dimana Dalvik untuk aplikasi itu yang tidak berfungsi.

Deodex – Istilah ini berasal dari proses De-ODEX aplikasi atau ROM. Proses ini akan mengambil cache ODEX kemudian menyusun kembali menjadi file APK saja. Deodex memungkinkan proses pengeditan APK file menjadi lebih mudah.

Download Mode – Satu proses yang biasa dilakukan untuk flashing ROM. Contoh menggunakan Odin. Tekan Volume bawah + Home + Power sampai layar ‘Download Mode’ (warna kuning) muncul. Konek kabel USB ke komputer dan buka Odin. Di Window Odin akan ada satu kotak yang menandakan Odin telah mengenali hanphone dan siap untuk proses flashing.

Flash – Istilah yang hampir sama dengan Flash adalah instal tapi sebenarnya tidak sama. Proses flash akan mentransfer data ROM, Kernel, Recovery atau paket firmware ke dalam internal ROM di android.

Froyo – Nama yang diberikan oleh Google untuk Android versi 2.2. Froyo adalah singkatan dari ‘Frozen Yogurt”

Heimdall – Software Open Source yang dikembangkan untuk proses flashing handphone Android. Odin adalah salah satu software yang mempunyai fungsi sama. Bedanya Odin adalah Software resmi yang dikembangkan oleh Samsung. Heimdall bisa beroperasi di Windows, Linux dan MacOS, sementara Odin hanya di Windows saja.

Kernel – Fungsi Kernel adalah sebagai jembatan antara Operating System (OS) dan hardware. Dengan kata lain, kernel berfungsi sebagai penghubung antara sofware dengan hardware.
Dalam konteks hanphone Android, kernel juga menyimpan informasi driver untuk hardware. Oleh karenaya Kernel bisa diganti dengan proses flashing untuk meningkatkan performa hardware Android, misalnya overclock, memaksimalkan kemampuan suara, grafis dan lain-lain.

Kies – Software yang disediakan oleh Samsung untuk membantu koneksi handphone ke komputer. Ada banyak kegunaan Kies diantaranya untuk transfer data dari komputer ke Android dan sebaliknya, menyimpan nomor kontak dan untuk upgrade OS secara resmi.

Lagfix – Proses untuk meningkatkan kinerja Android (Galaxy S) dengan  cara mengubah file partisi di sistem. Untuk handphone keluaran Samsung sistem partisi biasanya RFS dan dianggap memperlambat kinerja Android. Google mengganti sistem partisi RFS (dari Samsung) menjadi Ext2 atau Ext4 dan diaplikasikan di Android Nexus One. Orang-orang kemudian mengadopsi metode ini dan menamakan prosesnya sebagai Lagfix. Contoh Lagfix misalnya Voodoo Kernel yang terintegrasi di recovery mode.

Modem – atau Baseband. Salah satu bagian dari Firmware yang berfungsi sebagai alat komunikasi antara OS, hardware telekomunikasi dan penyedia jaringan telefon. Modem di Android berperan meningkatkan kinerja GPRS, 3G/E/H, WiFi, GPS, Bluetooth dan bahkan kinerja baterai.

Nandroid – Istilah ini sebenarnya adalah proses ‘NAND Backup Android’ atau Nandroid Backup. Proses NAND Backup mirip proses fotokopi sistem di Android (lihat di NAND Backup)

NAND Backup – Proses mengkopi sistem (yang di Android disebut sebagai ‘Image’) termasuk informasi partisi OS di Android. Proses ini TIDAK membackup Kernel dan sistem Recovery.

Odin – Seperti disinggung di atas, Odin adalah software yang dibuat oleh Samsung untuk proses flashing ROM Image dan komponen OS lain ke handphone Android. Proses ini memerlukan file berekstensi TAR dan ‘kadang’ PIT juga tergantung tujuan flashing. Selain flashing melalui Odin, sebenarnya bisa dilakukan lewat Recovery mode.

OTA (Over The Air) – Update yang resmi disediakan oleh penyedia atau pembuat handphone langsung ke pemakai. Dengan OTA ini HP kamu bisa mengetahui jika ada update terbaru seperti: Firmware, Profile, PRL (Profile Roaming List) dan Android. Proses update OTA biasanya berlaku untuk stock ROM saja. Jika HP kamu sudah DIROOT disarankan untuk JANGAN MELAKUKAN UPDATE MELAUI OTA. Sebagian besar pemakai yang sudah meroot HP melaporkan ada masalah seperti: bootloop, hang dan bahkan nge-brick.

Recovery – Salah satu proses yang bisa dilakukan di Android sebelum masuk OS. Proses ini mirip BIOS di komputer dimana kita bisa mengubah konfigurasi hardware di Android. Melalui Recovery mode kita juga bisa melakukan flashing ROM (mengganti OS), format data, sistem dan factory reset.
Lokasi partisi untuk Recovery berbeda  dengan OS dan jika OS diganti Recovery ada kemungkinan Recovery akan mendapat dampaknya. Flashing Stock ROM biasanya akan mengembalikan Recovery mode ke Stock Recovery juga. Akan tetapi, Custom ROM kemungkinan tidak mengubah Recovery mode, tergantun Custom ROM yang dipilih. Contoh custom Recovery adalah CWM (ClockWork Mod) Recovery dan contoh Stock Recovery adalah Recovery 2e dan Recovery 3e.

ROM – Istilah ROM (Read Only Memory) biasanya digunanakan dalam memory komputer (tempat BIOS) yg tidak membutuhkan power untuk  menyimpen data. Dalam hanhpone (Android), ROM disini adalah internal memory tempat OS (Android) disimpan. Jadi ROM untuk handphone Android bisa dikatakan tempat/daya tampung OS dan kadang langsung diidentikkan dengan versi OS itu sendiri. Proses flash ROM akan mengganti total OS di Android dan kadang termasuk Kernel dan Recovery mode.
Secara resmi (Stock) ROM terdiri dari 3 komponen: OS, Kernel dan Recovery dan beberapa aplikasi yang terintegrasi untuk menjalankan Android. ROM yang dibuat bukan oleh Google biasanya dinamakan Custom ROM dan tentunya berasal dari Stock ROM yang dimodifikasi.
Orang yang membuat Custom ROM bisa memasukkan Kernel (Stock atau Custom), Recovery (Stock atau Custom), aplikasi tambahan tergantung pembuatnya

Root – Untuk menyediakan akses Superuser ke sistem Android. Beberapa aplikasi memerlukan akses root agar bisa berjalan. Nama ini asalnya dari istilah di platform Unix untuk memberikan user kontrol penuh ke sistem Unix, mirip dengan Administrator di Sistem Windows.

SGS – Singkatan dari Samsung Galaxy S.

Su – Superuser Istilah untuk user yang memiliki akses ke root yang memiliki peran penuh untuk akses OS.

Three (3) Button Combo – Kombinasi 3 tombol di HP Android. Proses ini dilakukan dengan menekan 3 tombol secara bersamaan. Sebelum menekan 3 button combo, HP harus dimatikan terlebih dahulu. Kemudian tekan Volume Up + Home + Power untuk masuk ke Recovery mode atau Volume Down + Home + Power jika ingin masuk ke Download mode.

TouchWiz – Nama GUI (Graphical User Interface) standard atau tampilan default yang ada di HP android buatan Samsung. Di TouchWiz ini tersedia fungsi standard seperti touch screen, Launcher dan setting wallpaper.

TWLauncher – Launcher standard buatan Samsung, bagian dari TouchWiz. Launcher ini bisa diganti dengan Launcher-Launcher lain seperti ADW Launcher, Launcher Pro dan lain-lain.

APK – Android Package, kyk IPA di iPhone (buat pngguna iPhone), SIS di Symbian
s60 (ga tau sih skrg masih sis ap ngga), atau JAR di BB(buat pengguna BB) dan
java based devices lainnya.. intinya, file2 dgn ekstensi .apk bisa digunakan
untuk menginstall aplikasi di androiddevice..

BRICK(ed) – kondisi dmana device sudah tidak bisa di-recover,sehingga bisa
dianggap seperti batu-bata (brick)

adb – command buat ngejembatani perintah di android lewat pc..klo adb shell
termasuk bagiannya..extensi command adb ada banyak bro, seperti adb push, adb
pull, adb install dll…syarat adb bisa jalan = driver adb mesti sdh terpasang
di pc…biasanya di device manager (windows) akan terlihat android adb
composite device, driver adb biasanya dari vendor pembuat devicenya..klo nexus,
htc magic, dream bisa pakai driver bawaan usb…kalo motorola milestone bisa
dari cd bawaannya atau pakai motorola software update…

adb.exe – bisa di ambil dari sdk (dah include didlm android sdk)..ada di folder
tools, untuk mengetahui fungsi command adb bisa dgn mengetik “adb help”

adb shell logcat – buat mengetahui proses yg terjadi diandroid, berguna banget
saat experiment flashing rom…

IMAP – Internet Message Access Protocol, salah satu protocol untuk retreive
email selain POP3

POP3 – Post Office Protocol 3, salah satu protocol TCP/IP port 110 dalam
menarik email

Widget – salah satu aplikasi yang GUI nya lebih bersifat interaktif

GUI – Graphical User Interface , interface aplikasi yang lebih bersifat graphic

GMS – Google Market Services, tempat download nya aplikasi2 di Android (kayak
apps store di iphone, appworld di BB)

N1 / Nexus One – google phone pertama yang berbasis android dibuat oleh HTC

Miley – julukan untuk Milestone, salah satu android rakitan nya Motorola

BW – bandwidth

Root – super user di salah OS (dalam hal ini Android)

nge-root – proses untuk merubah privilage dari user biasa jadi root

Apps2SD – Proses memindahkan/menyimpan aplikasi ke SDcard selain ke
memori internal,

AOSP – Android Open Source Project,

Boot – Proses menghidupkan handheld,

Bootloader – gabungan SPL dan IPL yg menjadi dasar dr sebuah device,

Bootloader Mode – FASTBOOT load = Tombol Camera + Power, pada mode
boot ini, kita bisa meng-install image sebuah sistem yang ada/ditaruh
di SDcard dengan menekan tombol Power lagi,

Cache2SD – Proses memindahkan/menyimpan Cache dari ROM ke SDcard,
Cupcake ( kue mangkok ) = Google internal code name for the Android OS
version 1.5,

Dalvik – versi lite nya Java Virtual Machine (JVM) yg di pake di dlm
Android,

Diagnostic Mode – Tombol Capture + Power. mode boot untuk test ( pake
tombol volume untuk pilih item ),

Donut ( Donat ) – Google internal code name for the Android OS version
1.6,

Eclair – Google internal code name for the Android OS version 2.0,

Froyo ( Frozen Youghurt – Youghurt beku ) – Google internal code name for the Android OS vesion 2.1,

Fastboot – Tool yg digunakan untuk mem-flash image sistem ke handheld
dr komputer,

NAND – Tipe flash memory yang digunakan di handheld, The type of flash
memory that is used in the HTC Dream, istilah ini biasanya digunakan
menggantikan istilah ROM,

Nandroid – utility yg dipake buat bikin image untuk backup maupun
restore,

Normal Mode – cara normal menghidupkan handheld,

OTA – Over The Air, suatu metode pengiriminan data, biasanya istilah
dipake pd aktifitas meng-update (istilah lainna mgkn download),

Recovery Mode – Tombol Home + Power, pada mode boot ini, kita bisa
membuka shell..mem-flash image..bikin Backup maupun Restore. Teken
Call + Menu + Power beberapa kali untuk keluar dr mode ini,

ROM – Read Only Memory, suatu area dr flash memory yang gak bisa.

Safe Mode – Tombol Menu + Power, boot handheld secara normal tetapi
tanpa registrasi dengan Google, makana aplikasi2 yg berhubungan
denganna gk bakalan berfungsi ( Map, Gmail account, Market, dll),

SPL – Secondary Program Loader (mirip kaya BIOS – Basic Input Output System ), bagian kedua terdiri dari bootloader.

Semoga bermanfaat…

Continue reading Istilah yang sering digunakan Dalam Sistem Operasi Android